AKTUALITA

Mampu Ringankan Dampak Covid-19, Ini Keunggulan Keuangan Islam

IBS.Bandung,- Islam sebagai agama Rahmatan lil alamin (rahmat bagi semesta) telah mengatur seluruh sendi kehidupan umat beragama, termasuk dalam pengaturan keuangan secara syariah atau keuangan Islam.

Keuangan Islam sendiri sudah lama dikenal dengan peran gandanya yakni sebagai bisnis dengan mengedepankan sprinsip syariah dan sebagai sosial.

Hal tersebut mengemuka dalam dalam webinar bertemakan “The Role of Islamic Social Finance in Easing The Impact of Covid-19”, Jumat, 22 Mei 2020.

Menurut Director of Center for Islamic Business and Finance (CIBF) Sekolah Bisnis Manajemen (SBM) Institut Teknologi Bandung (ITB), Oktofa Yudha Sudrajad PhD, Keuangan Islam memiliki peran ganda, sebagai bisnis dan juga sosial. Itulah mengapa keuangan sosial Islam sangat berperan besar di masa pandemi virus corona (Covid-19) seperti sekarang.

“Keuangan sosial Islam sebenarnya sudah lama dikenal masyarakat. Seperti zakat, infak, sedekah, dan wakaf.” tuturnya.

Karena merupakan keuangan sosial selain bisnis, maka keuangan sosial Islam bisa meringankan dampak Covid-19.

Hal senadapun juga diungkapkan oleh Direktur Rumah Amal Salman, M Kamal Muzakki mengatakan jika Keungan sosial Islam seperti zakat tumbuh dan berkembang dari basis terkecil di masyarakat.” Ujarnya.

“Episentrum gerakan zakat adalah masjid dan pesantren. Salah satu tujuannya adalah mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan.” Tuturnya.

Berdasarkan data Baznas, potensi zakat tahun 2019 di Indonesia diperkirakan mencapai Rp 233,6 triliun. Potensi tersebut berasal dari zakat pertanian Rp 19,79 triliun, zakat uang Rp 58,76 triliun, zakat peternakan Rp 9,51 triliun, zakat perusahaan Rp 6,71 triliun, dan zakat penghasilan Rp 139,07 triliun.

Dari potensi yang besar tersebut, zakat yang berhasil dihimpun baru Rp 9,6 triliun. Itu artinya potensi pengumpulan zakat masih besar.

“(Dana) zakat membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama di masa pandemi seperti sekarang,” ujarnya.

Berbagai program telah dilaksanakan untuk merespons pandemi Covid-19. Mulai dari penyemprotan disinfektan di tempat umum, bantuan pangan untuk kaum dhuafa, donasi pakan untuk satwa, hingga donasi Vent-I.

Saat ini Rumah Amal Salman bekerjasama dengan ITB dan Unpad berhasil menggalang dana sebesar Rp 10 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk memproduksi Ventilator Indonesia (Vent-I) sebanyak 700 buah yang selanjutnya akan distribusikan ke rumah sakit.

Sementara itu, Seorang enterpreneurship expert, Dr. Harry Z. Soeratin SE,Ak, MM.Acc, CA, EPC, CRGP mengatakan, ada sejumlah keunggulan keuangan sosial Islam di Indonesia.

Di antaranya, mengurangi kemiskinan bagi kaum Ibu atau perempuan dalam situasi Covid-19 dengan dana Ziswaf. Lembaga keuangan Islam dapat menjalankan berbagai aktivitas produktif baik langsung maupun tidak langsung dengan sikap kebajikan yang lentur, secara terstruktur dan terukur.

Keuangan sosial Islam juga memainkan perannya sebagai salah satu fungsi agent of asset distribution (agen distribusi asset dari yang punya kepada yang tidak punya) yang mampu memberdayakan ekonomi ummat khususnya kaum Ibu/perempuan.

“Hal ini pengalaman Muhammad Yunus dari Bangladesh. Selain itu, hal ini sekaligus dapat menciptakan hubungan harmonis ketahanan keluarga dalam situasi Covid-19,” tuturnya.

Dalam kegiatan bisnis keuangan sosial Islam dapat memberikan kontribusi dan perannya kepada masyarakat yang membutuhkan dukungan modal, dan melayani masyarakat yang ingin menitipkan dananya kepada lembaga keuangan Islam dengan konsep syariah dalam situasi Covid-19. (Dens)

Close