AKTUALITA

Menularkan Semangat Kurban pada Anak-Anak

Selain berkurban, BNI Syariah juga memberikan indormasi terkait bank syariah.

IBS, JAKARTA — Suara anak-anak riuh terdengar dari pinggir jalan Enggano, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (12/8) pagi. Mereka berlarian di halaman depan Masjid Yayasan Al Husna yang letaknya hanya beberapa blok dari pinggir laut. 

Suasana pagi itu agak berbeda karena tidak diisi dengan upacara bendera. Mereka berkerumun di bawah tenda, bersama para orang tua merayakan hari kedua Idul Adha 1440 H.

Seorang anak bernama Cahyo tampak kegirangan setelah dengan benar menjawab pertanyaan kakak pembawa acara dari atas panggung. Ia ditanya apa fungsi bank syariah?

“Untuk menyimpan uang anak-anak dan bapak-bapak,” kata Cahyo, bocah kelas satu SDIT Al Husna.

Gelak tawa langsung meliputi kerumunan, dan Cahyo pun pulang membawa tabungan Tunas iB BNI Syariah senilai Rp 250 ribu. Rona bahagia tercetak jelas di wajah polosnya. Ia bisa pulang membawa sesuatu yang akan dibanggakan pada keluarga.

Direktur Bisnis SME dan Komersial Dhias Widhiyati mengatakan acara yang melibatkan anak-anak ini merupakan bagian dari program Qurbanku Hasanahku. Dengan mengemban semangat kurban, BNI Syariah datang ke sekolah-sekolah untuk menularkannya pada anak-anak.

“Kami memang tahun ini fokusnya di ranah pendidikan, menyebarkan semangat beribadah kurban,” kata Dhias di sela-sela kegiatan.

Menurutnya, anak-anak akan cepat menyerap informasi yang dikemas dengan atraktif. Sehingga penyampaian informasi tentang kurban disampaikan secara menarik melalui bercerita bersama boneka interaktif.

Selain itu, kegiatan ini juga menyelipkan sedikit pengetahuan tentang bank syariah. Agar mereka setidaknya mengenal ada institusi keuangan sesuai kaidah Islam yang juga bisa membantu mereka menabung.

Kepala Yayasan Al Husna, Oman R Rakinda menyampaikan anak-anak senang dengan pengenalan bank syariah ini. Meski demikian, ia menilai tetap perlu ada acara khusus agar bisa menuntaskan rasa penasaran mereka tentang bank syariah.

Yayasan ini merupakan rumah bagi sekitar 600 anak didik dari usia SD hingga SMA. Oman mengatakan ini pertama kalinya BNI Syariah datang dan bersilaturahim dengan yayasan yang sudah berdiri sejak 1972 itu. 

“Alhamdulillah dengan membawa hewan kurban juga untuk disampaikan pada masyarakat sekitar,” kata Oman.

Menurutnya, BNI Syariah menyalurkan dua ekor sapi dan 15 kambing, menambah jumlah hewan kurban yang dikelola yayasan sebanyak lima sapi dan tujuh kambing. Kini yayasan bisa menyalurkan kurban hingga lebih dari 1.000 kantong pada masyarakat sekitar.

Secara total, BNI Syariah bekerja sama dengan Yayasan Hasanah Titik (YHT) menyalurkan lebih dari 450 hewan kurban dalam program Qurbanku Hasanahku. Terdiri dari 138 sapi/kerbau dan 321 kambing/domba di seluruh kantor cabang BNI Syariah. 

Dhias mengatakan hewan kurban ini berasal dari masyarakat, nasabah, dan karyawan. Khusus dari karyawan, perusahaan memang sengaja menyisihkan dari Tunjangan Hari Raya agar mereka bisa ikut berbagi.

“Penyaluran kurban ini ada juga sebagian dari dana kebajikan, yang memang fokus untuk golongan delapan asnaf,” kata Dhias.

Distribusi hewan kurban ini diharapkan dapat menjangkau penerima manfaat yang lebih luas sehingga dilakukan di seluruh kantor cabang seIndonesia. Selain itu juga di sembilan titik pelosok dalam program Qurban Hasanah di Batas Negeri.

Seremonial penyembelihan dan penyerahan hewan kurban dilakukan pada dua hari yaitu pada Senin (12/8) dan Rabu (14/8) di lima sekolah. Di antaranya SDIT Al Husna Enggano, Tanjung Priok, SMP IT Gameel Akhlaq Bekasi, Pondok Pesantren Al-Bustaniyah, Cilegon, Yayasan Ponpes Al Furqon, Bogor dan Rumah Quran Umar bin Khattab.

Secara total, seremonial dilaksanakan bekerja sama dengan 71 sekolah lembaga pendidikan. Untuk program tahunan Qurban Hasanah di Batas Negeri, masing-masing satu sapi disalurkan di sembilan titik terluar Indonesia.

Di antaranya yaitu Dusun Penyalahadi Hulu-Kalbar, Pulau Semau-NTT, Desa Kudu – Maluku Utara, Konawe Selatan-Sulawesi Tenggara, Singkawang-Kalbar, Pulau Air Mas-Batam, Desa Ubung-Pulau Buru, Desa Beha-Sulut dan Aceh Jaya-NAD.




Sumber: Republika

Show More

Related Articles

Close