AKTUALITA

MES Jabar Perkuat Ekonomi Syariah Juara Lahir Batin

 

Bandung – Kondisi Ekonomi global yang terjadi di tahun 2019, dinilai tidak cukup ramah bagi iklim investasi. Demikian disampaikan oleh Deputi Direktur Bidang Analisis Bank Indonesia Regional Jawa Barat, Imanuddin Sahabat saat membuka acara Seminar Regional Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Jawa Barat, di Gedung Bank Indonesia Kantor Regional Jabar, Rabu (19/02)2020).

Imanuddin menjelaskan, kondisi ekonomi ini sangat berdampak kepada Jawa Barat, karena penggerak ekonomi di Jawa Barat didominasi oleh ekspor.

“Sehingga jika ekonomi global melemah, maka dampaknya sangat terasa bagi Jawa Barat,” tuturnya.

Ia megatakan, selain kondisi ekonomi global, pelemahan perekonomian di Jawa Barat terjadi karena tingginya Upah Minimum Regional. Karenanya, lanjut dia, sejumlah pengusaha mengalihkan investasinya ke wilayah luar Jawa Barat khususnya Jawa Tengah.

“Jawa Tengah memang menarik bagi para investor karena tidak ada Upah Minimum Sektoral. Selain itu, pembangunan infrastruktrur jalan tol yang makin memudahkan akses dari Ibu Kota menjadi daya tarik tersendiri bagi para investor untuk berinvestasi di Jawa Tengah,” tuturnya.

Immanduddin berharap Masyarakat Ekonomi Syariah bisa mengambil bagian dalam menyelesaikan persoalan ini. Ia mengatakan, ekonomi berbasis syariah masih terbuka lebar.

“Bank Indonesia saat ini sedang mendorong terbentuknya holding pesantren. Beberapa pesantren telah dilakukan pembentukan holding bagi unit-unit bisnis yang ada di bawah naungannya,” kata dia.

Di lain pihak, Sekretaris Umum MES Jawa Barat, Harry Maksum dalam sambutannya mengatakan, Ekonomi Syariah untuk Jabar Juara Lahir Batin, sengaja diangkat dalam kegiatan ini. Menurut dia, Umat Islam khususnya di Jawa Barat perlu diselamatkan, terlebih dengan maraknya penawaran riba dengan teknologi digital.

“Saat ini sangat marak penawaran pinjaman on line, yang sangat mudah diakses oleh masyarakat. Sehingga tidak sedikit masyarakat yang terjebak riba karena berbagai kemudahan akses tersebut,” katanya.

Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Jawa Barat Bidang Ekonomi Dadi Iskandar yang membacakan sambutan Gubernur Jawa Barat M. Ridwan Kamil menyatakan, Provinsi Jawa Barat telah dicanangkan sebagai Poros Pengembangan Ekonomi Syariah. Menurutnya, pihaknya juga mendorong para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk melakukan standarisasi produk, agar kulaitasnya lebih meningkat sehingga bisa mendongkrak penjualan.

“Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah mengeluarkan 11.572 sertifikasi halal, bagi produk-produk UMKM di Jawa Barat khususnya Kuliner, Fashion dan Kosmetik,” pungkasnya. ****

Close